Jumat, 11 September 2015

Sabar Menanti datangnya anak



Assalamualaikum Wr.Wb
Ustadz massar, sudah hampir 16 tahun lamanya saya menikah dengan suamiku yang berprofesi sebagai kepala rumah sakit. Namun Hingga saat ini kami belum juga mendapatkan momongan. Kami sudah berikhtiar kemana-mana termasuk menjalani program dari rumah sakit dan mengadopsi seorang anak sebagai pancingan namun semuanya nihil, tak ada tanda-tanda saya mengandung seorang anak. Terkadang saya merasa lelah dengan keadaan ini. Pak ustadz, bagaimana caranya agar kami tetap tegar menghadapi situasi ini dan bisa segera mendapatkan keturunan dari rahimku. Wassalam.
Ny. Wirya, sumedang
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ny. Wirya yang baik, Anda tidak mengalaminya sendiri. Banyak sekali orang-orang diluar sana yang mengalami ujian yang serupa dengan apa yang anda rasakan saat ini. Untuk itu kami mengharapkan agar anda maupun suami tetap sabar dan berlapang dada dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah Swt. Yakinlah akan selalu ada jalan keluar dan kebaikan dari setiap takdir Allah Swt dan percaya bahwa apa yang menjadi ketetapan Allah Swt adalah yang terbaik untuk kehidupan kita. Meskipun begitu tidak lantas kita berpangku tangan, akan tetapi terus berusaha mewujudkan apa yang kita inginkan, selama keinginan tersebut untuk mencapai keridloan-Nya. Termasuk menyeimbangkan antara usaha dzahir dan batin, karena sesungguhnya Allah Swt berfirman “Innallaha laa yughoyyiru maa biqowmin hattaa yughoyyiru bianfusihim..” (ar-Ra'd : 11). “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sampai orang itu berusaha untuk merubahnya”.
Perlu ibu ketahui bahwa sampai saat ini berbagai macam metode kedokteran telah berkembang, sehingga dapat menjadi peluang besar bagi ibu untuk mendapatkan apa yang ibu impikan. Adapun kaitannya dengan hal tersebut, usaha-usaha tersebut diharapkan tetap berlandaskan syari’at. Diantara doa-doa yang dapat dibaca untuk mendapat anak yang saleh terdapat dalam Al-Quran, di antaranya sebagai berikut: 
Rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurrata a’yunin, waj’alna lil muttaqiina imaama. Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74)
Doa Nabi Ibrahim a.s. ketika belum punya anak:
Rabbi hablii min ash-shalihiin. Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (As-Shaffat: 100)
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita memohon pertolongan dan memasrahkan diri, oleh karenanya ibu dan suami dapat melaksanakan ruqyah sebagai upaya menyempurnakan doa dan ikhtiar sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya agar semua hajat yang kita inginkan segera terkabul. Tetap bersabar & tak berprasangka buruk kepada Sang Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tak sesuai dengan harapan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar