Assalamualaikum Wr.Wb
Ustadz massar, sudah hampir 16 tahun lamanya saya menikah dengan
suamiku yang berprofesi sebagai kepala rumah sakit. Namun Hingga saat ini kami
belum juga mendapatkan momongan. Kami sudah berikhtiar kemana-mana termasuk
menjalani program dari rumah sakit dan mengadopsi seorang anak sebagai
pancingan namun semuanya nihil, tak ada tanda-tanda saya mengandung seorang
anak. Terkadang saya merasa lelah dengan keadaan ini. Pak ustadz, bagaimana caranya
agar kami tetap tegar menghadapi situasi ini dan bisa segera mendapatkan
keturunan dari rahimku. Wassalam.
Ny. Wirya, sumedang
Waalaikumussalam
Wr.Wb.
Ny. Wirya yang baik, Anda tidak mengalaminya sendiri. Banyak sekali
orang-orang diluar sana yang mengalami ujian yang serupa dengan apa yang anda
rasakan saat ini. Untuk itu kami mengharapkan agar anda maupun suami tetap
sabar dan berlapang dada dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah Swt.
Yakinlah akan selalu ada jalan keluar dan kebaikan dari setiap takdir Allah Swt
dan percaya bahwa apa yang menjadi ketetapan Allah Swt adalah yang terbaik
untuk kehidupan kita. Meskipun begitu tidak lantas kita berpangku tangan, akan
tetapi terus berusaha mewujudkan apa yang kita inginkan, selama keinginan tersebut
untuk mencapai keridloan-Nya. Termasuk menyeimbangkan antara usaha dzahir dan batin, karena sesungguhnya Allah Swt
berfirman “Innallaha laa yughoyyiru maa biqowmin
hattaa yughoyyiru bianfusihim..” (ar-Ra'd : 11). “Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah suatu kaum, sampai orang itu berusaha untuk merubahnya”.
Perlu ibu ketahui bahwa sampai saat ini berbagai macam
metode kedokteran telah berkembang, sehingga dapat menjadi peluang besar bagi
ibu untuk mendapatkan apa yang ibu impikan. Adapun kaitannya dengan hal tersebut, usaha-usaha tersebut
diharapkan tetap berlandaskan syari’at. Diantara doa-doa yang dapat dibaca untuk mendapat anak yang saleh terdapat dalam
Al-Quran, di antaranya sebagai berikut:
Rabbana hablana min azwajina wa
zurriyatina qurrata a’yunin, waj’alna lil muttaqiina imaama. Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74)
Doa Nabi Ibrahim a.s. ketika
belum punya anak:
Rabbi hablii min ash-shalihiin. Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang
termasuk orang-orang yang saleh. (As-Shaffat: 100)
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita memohon
pertolongan dan memasrahkan diri, oleh karenanya ibu dan suami dapat
melaksanakan ruqyah sebagai upaya menyempurnakan doa dan ikhtiar sekaligus
mendekatkan diri kepada-Nya agar semua hajat yang kita inginkan segera
terkabul. Tetap bersabar & tak berprasangka buruk kepada Sang Maha Pencipta,
termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tak sesuai dengan harapan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar