Assalamu’alaikum wr wb
Ustadz, sedikit sharing tentang masalah
adik saya, sebenarnya bulan februari lalu adik saya akan melangsungkan
pernikahan, tetapi semua rencana yang telah tersusun rapi itu kini tinggal
cerita dan menyisakan malu yang harus kami(keluarga) tanggung. Calon suami yang
menurut pengakuannya kepada adikku berprofesi sebagai AKABRI pergi entah kemana
beberapa saat sebelum prosesi akad, tak ayal selain menanggung malu yang luar
biasa sebagai keluarga terpandang, adikku juga mengalami depresi dan sekarang
seperti orang stres. Berbagai pengobatan yang kami lakukan malah membuatnya
semakin terpuruk. Bantu kami untuk menyembuhkannya pak ustadz.
Hamba Allah, Cirebon
Wa’alaikumussalam wr wb
Sebelumnya kami turut prihatin dengan
kondisi adik Anda, Masalah depresi yang dialami oleh adik Anda adalah masalah
psikologi yang dapat diobati dengan bantuan psikolog. Oleh karenanya teruslah berusaha
untuk mencari psikolog yang handal dan terpercaya. Selain mencari psikolog,
sebagai seorang muslim maka berdoa menjadi hal yang harus dilakukan. Sebagaimana
dalam Al Qur’an dikatakan “Berdoalah
kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan
hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)
Selanjutnya, terkait dengan rasa malu
keluarga, tentunya hal tersebut menjadi resiko yang harus ditanggung. Oleh
karenanya, berikan klarifikasi kepada kerabat dan juga tetangga perihal masalah yang
menimpa adik anda,
(Dalam hal ini tentu tidak perlu diadakan konferensi press). Sebagaimana dalam wish
word dikatakan “Qulil haqqa walaukaana murran” yang artinya “ katakanlah
kebenaran walau itu pahit.
Selanjutnya segeralah mencari pengganti pasangan untuk adik Anda yang lebih baik. Sebagaimana tuntunan Nabi shollallohu
‘alaihi wa sallam dalam mencari jodoh sesuai sabdanya: “Wanita itu dinikahi
karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan
karena agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu
beruntung”.Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim
(2/1086). Dalam hal ini, tidak hanya bagi lelaki, akan tetapi termasuk wanita.
Kemudian laksanakanlah ruqyah diri bagi adik Anda, sebagai upaya pengobatan agar dirinya senantiasa
diberi kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi ujian serta cobaan dari Yang
Maha Kuasa.
Untuk penjelasan lebih lengkap silahkan Anda hubungi kami di nomor yang
tertera di majalah ini. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar