Selasa, 01 September 2015

Pindah Tempat, Usaha Sepi



KONSULTASI RUQYAH
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, sudah hampir 8 tahun kami menggeluti usaha Catering dan rias pengantin. Sebelum pindah ketempat usaha yang baru, omzet kami bisa mencapai ratusan juta rupiah pada bulan-bulan tertentu . Kini, omzet kami jadi semakin menurun bahkan ketika banyak orang punya hajat, hanya order-order kecil saja yang mampir di bisnis kami. Mohon solusinya ustadz. Terimakasih.
                                                                                                                           Faiza, Magelang
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Ibu Faiza yang baik, apa yang menjadi permasalahan Ibu saat ini, sebenarnya merupakan permasalahan umum yang dirasakan oleh para pengusaha yang baru pindah tempat. Sebagaimana penurunan omzet, sepinya pelanggan dan adanya gangguan dari berbagai pihak yang tidak senang dengan ibu, merupakan resiko sementara. Oleh karenanya diperlukan adaptasi (penyesuaian diri) dengan lingkungan baru.
Dalam proses adaptasi tersebut, Ada beberapa hal yang harus Ibu lakukan. Pertama, mempetakan kembali peluang usaha yang digeluti dengan lingkungan sekitar. Kedua, lakukan pendekatan (membangun relasi) dengan usaha-usaha sekitar agar bisa bekerja sama. Ketiga, menyusun strategi baru dalam menjalankan usaha, diantaranya pada  promosi dan managemen usaha.
Apabila semua usaha telah dilakukan, akan tetapi tidak membuahkan hasil. Maka ada kemungkinan factor lain yang membuat usaha ibu tidak berhasil, di antaranya karena tempat usaha yang ibu memancarkan aura negatif, sehingga para pelanggan merasa tidak nyaman. Dalam hal ini, ibu dapat melaksanakan Ruqyah Tempat, supaya tempat usaha ibu diberi kebarokahan.
Selain itu, ibu juga diharapkan menjalankan usaha sesuai petunjuk Nabi (bisnis ala nabawi). Hal tersebut sebagai upaya untuk memajukan usaha ibu secara konkrit.  Banyak perusahaan yang tidak bisa bersaing dan mudah bangkrut, karena secara bentuk managemen serta cara usaha dijalankan jauh dari ajaran agama. Akibatnya terdapat banyak kecurangan dan kekotoran yang mengakibatkan ruginya perusahaan.
Selanjutnya faktor penentu kesuksesan lainnya adalah doa. Sebagian besar pengusaha tidak mengerti keuntungan sejati dari sebuah bisnis. Anggapan banyak untung adalah keberhasilan, telah mengakibatkan persaingan yang tidak sehat antar pengusaha. Alih-alih dapat menuai kesejateraan, sebaliknya mendapatkan keburukan dan kerusakan. Padahal, keuntungan sejati sebuah bisnis adalah kebarokahan di dunia maupun akhirat.
Diantara doa untuk kebarokahan rizqi adalah sebagai berikut “allohumma as-aluka rizqon halalan thoyyiba, fainkaana rizqi fissama-i fa-anzilhu wainkaana fil ardli fa-akhrijhu, wainkaana mu’assiron fayassirhu, wa-inkaana ba’iidan faqorribhu” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar