Jumat, 05 Juni 2015

Pahitnya Pengakuan Suamiku



Konsultasi Nurani
Assalamualaikum Ustadz Massar, aku seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik sanggar kebugaran. Suamiku seorang direktur di sebuah perusahaan jasa di Jakarta. Kami sudah dikaruniai dua orang anak dan Alhamdulillah selalu hidup berkecukupan. Namun sebuah pengakuan yang dilontarkannya beberapa hari yang lalu telah mengoyak batin dan jiwaku. Betapa tidak, dengan terang-terangan dia mengaku telah memakan uang perusahaan dua kali dan mempunyai istri siri yang masih berstatus mahasiswa.saya begitu kecewa dengan sikapnya hingga terpikir untuk menuntut cerai, namun sampai saat ini saya mencoba untuk bertahan dan berharap akan ada perbaikan dari sikap suami saya.  Apa yang harus aku lakukan pak Ustadz, agar rumah tanggaku tetap utuh tanpa adanya orang ketiga? Terima kasih.
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Ibu Ratna yang baik, semakin tinggi pohon semakin besar pula angin yang menerpa. Semoga ibu dapat menghadapi cobaan dengan tabah dan lapang dada. kesabaran ibu untuk terus mempertahankan biduk rumah tangga merupakan pilihan terbaik, karena pada dasarnya perceraian merupakan salah satu bentuk perbuatan yang tidak disukai oleh agama. Selain itu, keutuhan keluarga juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan baik buruknya mental anak.
Perihal prilaku suami yang telah menikah siri,  maka pada dasarnya diperbolehkan, akan tetapi janganlah ditafsirkan dengan serta merta. Kita harus melihat secara keseluruhan alasan tersebut serta uswah yang dilakukan Nabi Muhammad. Apabila pernikahan suami didasarkan pada nafsu sehingga tidak dapat mewujudkan keadilan, maka tidaklah patut untuk dilaksankan. Terlebih dalam hukum positif di Indonesia, untuk melakukan poligami perlu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan hukum.
Dari uraian di atas, alangkah baiknya ibu melakukan dialog dengan penuh kekeluargaan guna mencapai kemaslahatan. Ibu bisa curhat, berbagi rasa, dengan bahasa santun dan kepala dingin, jangan emosi. Tanyakan pada suami, apa kekurangan dan kesalahan Anda, untuk selanjutnya berintropeksi diri. Yakinlah Selama ibu mempunyai niatan baik, Insya Allah pasti ada jalan keluar.
Apa yang sudah terjadi tak akan bisa terulang kembali karena waktu tak bisa diputar. Jangan pernah lelah untuk mengajak suami ke jalan yang benar. Teruslah berupaya baik dzahir maupun batin supaya suami menyadari seluruh kesalahannya dan melakukan pertaubatan. Adapun upaya tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan melaksanakan ruqyah diri bagi suami ibu. Sebagai wasilah agar suami dapat menerima hidayah dan petunjuk dari Allah SWT bahwa apa yang dilakukannya selama ini  adalah suatu perbuatan yang keliru. Salam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar