Selasa, 16 Juni 2015

Mantan Suami Ingin Rujuk.



Konsultasi
 Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ustadz massar yang baik, saya (janda) seorang pengusaha tekstil yang pernah bersuamikan seorang pimpinan salah satu hotel berbintang di Bali. Setelah 5 tahun bercerai dan berpisah, kami dipertemukan lagi dalam sebuah acara di Jakarta. Sejak saat itu, mantan suami saya kembali mengejar-ngejar saya untuk rujuk kembali termasuk memanjakan anakku dengan segala kemewahan. Disatu sisi saya memang masih mencintainya, namun disisi lain saya tidak ingin mengganggu keluarga suami saya yang baru terlebih saya telah ditalak tiga olehnya. Ustadz, bagaimanakah saya harus bersikap menghadapi suami. Saya sangat stress dibuatnya. Terimakasih.
0815577xxxx
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Dalam menghadapi permasalahan yang ibu hadapi, maka haruslah mempertimbangkan kemaslahatan dan menghindari kerusakan. Sebagaimana ibu paparkan bahwa suami telah memiliki istri dan keluarga yang dibangun, maka alangkah baiknya jika ibu tidak menghancurkannya. Pada permasalahan ini, yang diinginkan adalah hubungan baik ibu dan mantan suami yang dapat mendatangkan kemaslahatan bagi anak-anak dan kedua belah pihak. Tidak sebaliknya, justru ada yang tersakiti dll.
Apabila telah yakin dengan keputusan ibu, saatnya ibu mencari cara agar suami mengerti dan memahami keadaan. Fikirkanlah secara mendalam tentang kebaikan dan keburukan apabila ibu dan bapak kembali bersatu, terlebih ibu telah di talak 3 yang mensyaratkan ibu menikah dengan orang lain apabila suami ingin kembali. Janganlah terperangkap dalam perasaan sesaat yang justru akan membawa penyesalan di masa depan. Adapun sampai cinta ibu kepada suami telah mengharuskan ibu kembali, maka bicaralah dengan terbuka kepada keluarga baru suami. Sebaliknya jika rasa cinta ibu irrasional, berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam diri ibu.
Cobalah memohon bantuan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Janganlah terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena apa yang menjadi tindakan ibu dan keluarga akan menjadi sorotan masyarakat.
Alternatif lain, laksanakanlah ruqyah diri bagi diri ibu maupun suami. Dalam hal ini kami berharap hati ibu dapat terbebas dari hal-hal negative akibat pengaruh dari suami dan sebaliknya, semoga suami dapat menghilangkan niat buruknya kepada ibu sehingga tidak mendatangkan keburukan. Teruslah mendekatkan diri kepada Allah Swt, karena hal tersebut dapat menjadi benteng diri untuk menangkal godaan-godaan syetan. Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah diri dan memohon petunjuk. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar