Konsultasi
Assalamu’alaikum
Wr.Wb.
Ustadz
massar yang baik, saya (janda) seorang pengusaha tekstil yang pernah
bersuamikan seorang pimpinan salah satu hotel
berbintang di Bali. Setelah 5 tahun
bercerai dan berpisah, kami dipertemukan lagi dalam sebuah acara di Jakarta. Sejak saat itu, mantan suami saya kembali mengejar-ngejar saya
untuk rujuk kembali termasuk memanjakan anakku dengan segala kemewahan. Disatu
sisi saya memang masih mencintainya,
namun disisi lain saya tidak ingin mengganggu keluarga suami saya yang baru
terlebih saya telah ditalak tiga olehnya. Ustadz, bagaimanakah saya harus
bersikap menghadapi suami. Saya sangat stress dibuatnya. Terimakasih.
0815577xxxx
Waalaikumussalam
Wr.Wb.
Dalam menghadapi
permasalahan yang ibu hadapi, maka haruslah mempertimbangkan kemaslahatan dan
menghindari kerusakan. Sebagaimana ibu paparkan bahwa suami telah memiliki
istri dan keluarga yang dibangun, maka alangkah baiknya jika ibu tidak
menghancurkannya. Pada permasalahan ini, yang diinginkan adalah hubungan baik
ibu dan mantan suami yang dapat mendatangkan kemaslahatan bagi anak-anak dan
kedua belah pihak. Tidak sebaliknya, justru ada yang tersakiti dll.
Apabila telah yakin
dengan keputusan ibu, saatnya ibu mencari cara agar suami mengerti dan memahami
keadaan. Fikirkanlah secara mendalam tentang kebaikan dan keburukan apabila ibu
dan bapak kembali bersatu, terlebih ibu telah di talak 3 yang mensyaratkan ibu
menikah dengan orang lain apabila suami
ingin kembali. Janganlah terperangkap dalam perasaan sesaat yang justru akan
membawa penyesalan di masa depan. Adapun sampai cinta ibu kepada suami telah
mengharuskan ibu kembali, maka bicaralah dengan terbuka kepada keluarga baru
suami. Sebaliknya jika rasa cinta ibu irrasional, berarti ada sesuatu yang
tidak beres dalam diri ibu.
Cobalah memohon bantuan
dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara
kekeluargaan. Janganlah terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena apa yang
menjadi tindakan ibu dan keluarga akan menjadi sorotan masyarakat.
Alternatif
lain, laksanakanlah ruqyah diri bagi diri ibu maupun suami. Dalam hal ini
kami berharap hati ibu dapat terbebas dari hal-hal negative akibat pengaruh dari suami dan
sebaliknya, semoga suami dapat menghilangkan niat buruknya kepada ibu sehingga
tidak mendatangkan keburukan. Teruslah mendekatkan diri kepada Allah Swt,
karena hal tersebut dapat menjadi benteng diri untuk menangkal godaan-godaan syetan.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah diri dan memohon petunjuk. Untuk
selanjutnya bisa menghubungi kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar