Assalamualaikum wr wb. Ustadz Massar Saya mempunyai seorang paman yang
tempramental, suka berkata kasar dan tak jarang memukul anak-anaknya hingga
lebam. Kebiasaan itu mulai dilakukannya tepat 1 bulan pasca kematian istrinya.
Dia selalu berkata bahwa anak-anaknya itu pembawa sial dan menjadi penyebab
kematian ibunya. Saya tak tega melihat mereka menangis kesakitan karena selalu
menjadi pelampiasan kemarahan ayahnya. Saya takut hal itu dapat berpengaruh
terhadap psikis mereka. Jika rukyah dapat menjadi solusi, mohon arahan dam
bimbingan untuk melaksanakannya.
Nila . Jakarta
Wa’alaikumussalam wr wb. Ibu Nila yang baik, pada dasarnya trauma yang dialami
paman anda lebih diakibatkan karena trauma psikologis. Gangguan pada jiwa yang
timbul akibat peristiwa traumatik. Peristiwa tersebut bisa sekali dialami untuk kemudian bertahan
dalam jangka lama, atau berulang-ulang dialami oleh penderita. Peristiwa tersebut
mengalahkan keadaan batin seseorang untuk mengatasi dan mengintegrasikan ide-ide dan
emosinya. Dalam hal ini ada orang yang bisa mengatasi masalah tersebut, namun ada pula yang tidak
bisa mengatasi emosi dan ingatan pada peristiwa traumatik yang dialami.
Sebagaimana
paman ibu yang melampiaskan traumatiknya kepada anak-anaknya. Dalam hal ini
berbeda dengan pada umumnya dimana penderita
trauma biasanya menghindari tiap hal yang memicu timbulnya ingatan akan
penyebab trauma. meskipun begitu, kelabilan mental yang
dialami paman ibu masih sama yaitu apabila melihat pemicu, apapun jenisnya, mereka akan panik, depresi, marah-marah,
atau disosiasi.
Secara
psikologis, maka cara mengembalikan kesadaran paman ibu adalah dengan membangun kepercayaan dengan orang lain, belajar mengatur emosi dan terapi proses yang
berhubungan dengan kenangan dan perasaan.
Selain
pendekatan psikologis di atas, maka dapat juga didekati dengan pendekatan
spitritual. Kaitannya dengan penyembuhan psikis, maka spiritual dapat menentukan
kesadaran jiwa yang stabil dan konsisten. Seseorang yang percaya kepada Tuhannya akan menemukan
kedamaian dan mendapatkan petunjuk dari apa yang harus dikerjakannya.
Sebagaimana dalam Al Qur’an disebutkan “hanya dengan dzikirlah hati dapat menjadi tenang”.
Usaha batin
sebagaimana diatas dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode ruqyah dengan wasilah
doa. Dengan pendekatan ini, diharapkan paman ibu akan menemukan kembali
sifat-sifat positif dari kesadaran yang telah lahir karena bersihnya hati. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar