Rabu, 10 Juni 2015

Melunakkan sifat yang keras



Assalamualaikum wr wb. Ustadz Massar Saya mempunyai seorang paman yang tempramental, suka berkata kasar dan tak jarang memukul anak-anaknya hingga lebam. Kebiasaan itu mulai dilakukannya tepat 1 bulan pasca kematian istrinya. Dia selalu berkata bahwa anak-anaknya itu pembawa sial dan menjadi penyebab kematian ibunya. Saya tak tega melihat mereka menangis kesakitan karena selalu menjadi pelampiasan kemarahan ayahnya. Saya takut hal itu dapat berpengaruh terhadap psikis mereka. Jika rukyah dapat menjadi solusi, mohon arahan dam bimbingan untuk melaksanakannya.
Nila . Jakarta
Wa’alaikumussalam wr wb. Ibu Nila yang baik, pada dasarnya trauma yang dialami paman anda lebih diakibatkan karena trauma psikologis. Gangguan pada jiwa yang timbul akibat peristiwa traumatik. Peristiwa tersebut bisa sekali dialami untuk kemudian bertahan dalam jangka lama, atau berulang-ulang dialami oleh penderita. Peristiwa tersebut mengalahkan keadaan batin seseorang untuk mengatasi dan mengintegrasikan ide-ide dan emosinya. Dalam hal ini ada orang yang bisa mengatasi masalah tersebut, namun ada pula yang tidak bisa mengatasi emosi dan ingatan pada peristiwa traumatik yang dialami.
Sebagaimana paman ibu yang melampiaskan traumatiknya kepada anak-anaknya. Dalam hal ini berbeda dengan pada umumnya dimana penderita trauma biasanya menghindari tiap hal yang memicu timbulnya ingatan akan penyebab trauma. meskipun begitu, kelabilan mental yang dialami paman ibu masih sama yaitu apabila melihat pemicu, apapun jenisnya, mereka akan panik, depresi, marah-marah, atau disosiasi.
Secara psikologis, maka cara mengembalikan kesadaran paman ibu adalah dengan membangun kepercayaan dengan orang lain, belajar mengatur emosi dan terapi proses yang berhubungan dengan kenangan dan perasaan.
Selain pendekatan psikologis di atas, maka dapat juga didekati dengan pendekatan spitritual. Kaitannya dengan penyembuhan psikis, maka spiritual dapat menentukan kesadaran jiwa yang stabil dan konsisten. Seseorang yang percaya kepada Tuhannya akan menemukan kedamaian dan mendapatkan petunjuk dari apa yang harus dikerjakannya. Sebagaimana dalam Al Quran disebutkan “hanya dengan dzikirlah hati dapat menjadi tenang”.
Usaha batin sebagaimana diatas dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode ruqyah dengan wasilah doa. Dengan pendekatan ini, diharapkan paman ibu akan menemukan kembali sifat-sifat positif dari kesadaran yang telah lahir karena bersihnya hati. Salam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar