Selasa, 04 November 2014

Hukum Menutup Aurat



Assalamualaikum Ustadz Massar, saya seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik salon bridal dan juga butik. Saya mempunyai seorang putri yang masih SMP. Beberapa bulan terakhir ini dia mulai gemar bersolek dan senang berpakaian terbuka (seksi) bahkan tak jarang teman prianya main kerumah untuk menemuinya atau mengajaknya pergi. Setiap kami (orang tua) menegurnya dia selalu marah – marah dan menganggap kami terlalu kolot dan banyak aturan. Terus terang kami sangat mengkhawatirkan keadaanya, apa yang harus kami lakukan Pak Ustadz?
Wulandari, Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
Melihat perkembangan zaman seperti saat ini, maka semua sepakat bahwa telah terjadi dekadansi moralitas generasi bangsa, khususnya para remaja. Hal tersebut tidak lepas dari globalisasi dan masuknya peradaban barat yang membawa nilai-nilai kebebasan yang kebablasan. Akibatnya para remaja telah kehilangan identitas diri dan meninggalkan ajaran-ajaran luhur agama serta adat istiadat yang baik.
Sebelum menjelasakan lebih jauh tentang bagaimana mengarahkan putri ibu, Perlu ibu ketahui bahwa menutup aurat adalah wajib hukumnya bagi setiap muslimah. Hal tersebut sebagaimana dalam al Quran disebutkan “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (7-26)
Untuk mengarahkan anak pada zaman sekarang, janganlah bersikap prontal akan tetapi dengan lemah lembut dan contoh yang baik. Cobalah mengerti psikologis anak untuk mencari jalan dalam mengarahkannya kepada kebaikan. Alternatif lain, ibu dapat melaksanakan Ruqyah Diri agar putri ibu diberi petunjuk dan memenuhi hatinya dengan hikmah dan kebaikan.
Setelah ada perubahan dalam putri ibu, jalan selanjutnya adalah memagarinya dengan lingkungan yang baik dan kondusif. Dalam hal ini, ibu dapat memasukan sang putri di lembaga pendidikan yang baik, sebagai contoh pondok pesantren atau asrama. Sampai saat ini telah banyak lembaga pendidikan yang memenuhi kebutuhan bagi masa depan anak.  Sebagai contoh pondok modern atau SMP dan SMA plus. Dengan lingkungan yang baik, maka secara sendirinya mental putri ibu akan terbentuk sebagai upaya menjadikan pribadi yang baik. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar