Konsultasi
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Ustadz Massar yang baik, saya mempunyai adik perempuan yang
terkena penyakit jiwa. Sejak lulus dari SMA dia mulai menunjukkan gejala
delusional, suka marah dan menangis tanpa diketahui sebabnya dan bahkan pernah mencoba
untuk bunuh diri. Sampai saat ini kami belum mengetahui pasti penyebabnya
karena dia merupakan anak yang pendiam. Kami sekeluarga sudah mencoba berbagai
cara untuk kesembuhannya dan menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah akan
tetapi semuanya sama saja. Jika ruqyah bisa menjadi sarana kesembuhannya kami
bersedia melakukannya. Mohon penjelasannya.
Puput, Sumatra
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Puput yang baik, ibu bisa segera menghubungi kami untuk melaksanakan
ruqyah diri bagi adik ibu. Seluruh penyakit di muka bumi ini, termasuk gangguan
jiwa yang dialami manusia pada dasarnya dapat disembuhkan dengan meneguhkan
keyakinan kepada Allah Swt. Cukuplah sebagai seorang muslim untuk bergantung,
memohon dan berpasrah diri hanya kepada Allah Swt. Meskipun begitu, tentunya
usaha-usaha dzahir berupa pendekatan medis harus tetap dilakukan, karena nasib seseorang
tidak akan berubah apabila dirinya tidak melakukan sebuah usaha yang konkrit.
Sebagaimana dalam al Qur’an dikatakan “Innallaha laa yughoyyiru maa biqowmim
hattaa yughoyyiru bianfusihim..” (ar-Ra’d : 11)[“Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri..”]
Khususnya untuk
penyakit jiwa, maka al Qur’an telah dijadikan wasilah obat bagi umat islam
tidak hanya bagi sakit yang secara dzahir terlihat, lebih dari itu untuk
penyakit kejiwaan akibat gangguan dalam diri maupun lainnya. Sebagaimana dalam
al Qur’an dikatakan "Wanunazzilu minal Qurani maa huwa Syifaa u Wa
Rahmatan Lil Mukminin..."Artinya: Dan kami turunkan Al Qur’an suatu
penawar (obat) bagi orang-orang yang beriman.. (QA : 17 : 82)
Dalam hal ini,
kekuatan jiwa yang berasal dari kesadaran akan kekuasaan Allah Swt dapat
menjadi solusi seluruh permasalahan kejiwaan seorang muslim. Kesadaran tersebut
selanjutnya akan memberikan pengaruh terhadap pengetahuan diri bahwa tujuan
hidup adalah hanya beribadah kepada-Nya, adapun yang lainnya adalah tidak ada
artinya dibanding tujuan umat manusia untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah
Swt.
Upaya-upaya
diatas tentunya harus dibarengi dengan adanya keinginan yang kuat dari diri
adik ibu untuk mendapatkan kesembuhan. Jangan pernah melakukan diskriminasi dan
perlakuan yang buruk terhadapnya karena hal itu hanya akan memperburuk kondisi
kejiwaannya. Berikanlah nasehat dan support agar tabah dan kuat menghadapi
seluruh tekanan yang ada dalam jiwanya dan perbanyaklah berdoa untuk
kesembuhannya. Teruslah untuk mengajaknya mendekatkan diri kepada Allah Swt
dengan memperbanyak dzikir dan membaca
al Qur’an sehingga ketenangan jiwa dapat dirasakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar