Jumat, 21 Agustus 2015

Ingin Tobat dari Maksiat

Assalamu’alaikum  wr wb.
Ustadz Massar, aku seorang Chef di sebuah hotel berbintang di Bali dan telah menikah selama 5 tahun dengan seorang pengusaha property. hingga kini kami belum dikaruniai seorang anak. Melalui rubrik ini aku juga ingin berkonsultasi terkait meleburkan rasa cintaku terhadap sepupuku. Kami memang sudah dekat sejak masih tinggal bersama di Australia hingga sekarang dan tanpa kusadari dia juga menyimpan “rasa” yang sama denganku. Singkat cerita kamipun menjalani hubungan terlarang dibelakang suamiku hingga 4 tahun lamanya. Kini, aku sadar dan merasa berdosa karena telah mengkhianati suamiku. Pak Ustadz, apakah ini karma yang harus aku tanggung? Mohon bantuannya ustadz.
PC,Bali
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Sebagai seorang muslimah, maka tidak seyogyanya hubungan ibu untuk diteruskan, sebagaimana telah ibu katakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk khianat dan sifat khianat tersebut jelas merupakan dosa. lebih dari itu, apabila sampai melakukan zina, maka hukumnya adalah rajam sebagaimana dalam hadis yang artinya berikut:
 Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676)
Berdasarkan ayat dan hadis di atas, semoga ibu dapat mengambil pelajaran dan segera bertaubat dengan taubatan nasuha. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hal tersebut sebagaimana dalam Al Qur’an yang berbunyi “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).
Perihal belum dikaruniai keturunan, maka alangkah baiknya ibu dan bapak dapat pergi ke dokter yang ahli di bidangnya. Apabila telah ada kejelasan, musyawarahkan bersama untuk mencari jalan keluar. Yakinkanlah diri Anda berdua untuk menerima secara ikhlas apa yang menjadi ketentuan Allah Swt, karena dalam setiap kejadian pasti ada hikmah yang baik untuk menjadi pelajaran.
Terkait menghilangkan “rasa” yang masih mengendap dalam hati, ibu dapat sedikit demi sedikit menjaga jarak atau memutus hubungan sementara dengan sepupu. Berikan penjelasan kepadanya akan keteguhan hati ibu dalam melakukan pertaubatan. Selain itu ibu juga dapat segera melaksanakan Ruqyah Diri dengan memohon pertolongan Allah agar hati ibu dibersihkan dari kotoran hati akibat naluriah nafsu maupun pengaruh-pengaruh negative lainnya. Yakinlah bahwa apabila kita mempunyai keinginan kuat untuk berbuat baik, maka dipastikan Allah Swt akan memberikan jalan dan petunjuk-Nya kepada kita. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar