Assalamu’alaikum wr wb.
Ustadz Massar, aku seorang Chef di
sebuah hotel berbintang di Bali dan telah menikah selama 5 tahun dengan seorang
pengusaha property. hingga kini kami belum dikaruniai seorang anak. Melalui
rubrik ini aku juga ingin berkonsultasi terkait meleburkan rasa cintaku
terhadap sepupuku. Kami memang sudah dekat sejak masih tinggal bersama di
Australia hingga sekarang dan tanpa kusadari dia juga menyimpan “rasa” yang
sama denganku. Singkat cerita kamipun menjalani hubungan terlarang dibelakang
suamiku hingga 4 tahun lamanya. Kini, aku sadar dan merasa berdosa karena telah
mengkhianati suamiku. Pak Ustadz, apakah ini karma yang harus aku tanggung?
Mohon bantuannya ustadz.
PC,Bali
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Sebagai seorang muslimah, maka tidak
seyogyanya hubungan ibu untuk diteruskan, sebagaimana telah ibu katakan bahwa
hal tersebut merupakan bentuk khianat dan sifat khianat tersebut jelas
merupakan dosa. lebih dari itu, apabila sampai melakukan zina, maka hukumnya
adalah rajam sebagaimana dalam hadis yang artinya berikut:
“Seorang muslim yang
bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang
yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR.
Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676)
Berdasarkan ayat dan hadis di atas,
semoga ibu dapat mengambil pelajaran dan segera bertaubat dengan taubatan
nasuha. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hal tersebut
sebagaimana dalam Al Qur’an yang berbunyi “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang
melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya
Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).
Perihal belum dikaruniai keturunan, maka
alangkah baiknya ibu dan bapak dapat pergi ke dokter yang ahli di bidangnya. Apabila telah ada kejelasan,
musyawarahkan
bersama untuk mencari jalan keluar. Yakinkanlah diri Anda berdua untuk menerima secara ikhlas
apa yang menjadi ketentuan Allah Swt, karena dalam setiap kejadian pasti ada
hikmah yang baik untuk menjadi pelajaran.
Terkait menghilangkan “rasa” yang
masih mengendap dalam hati, ibu dapat sedikit demi sedikit menjaga jarak atau memutus
hubungan sementara dengan sepupu. Berikan penjelasan kepadanya akan
keteguhan hati ibu dalam melakukan pertaubatan. Selain itu ibu juga
dapat segera melaksanakan Ruqyah Diri
dengan memohon pertolongan Allah agar hati ibu dibersihkan dari kotoran hati
akibat naluriah nafsu maupun pengaruh-pengaruh negative lainnya. Yakinlah bahwa apabila
kita mempunyai keinginan kuat untuk berbuat baik, maka dipastikan Allah Swt akan memberikan
jalan dan petunjuk-Nya kepada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar