Selasa, 26 Mei 2015

Anak Trauma kekerasan


Assalamualaikum wr,wb.
Pak ustadz , saya(duda) seorang pengusaha tenun ikat memiliki putri yang masih SMP. Beberapa bulan lalu saya bercerai dengan istri kedua saya karena ternyata dia suka menyiksa dan mengancam putri saya saat saya tidak dirumah. Akibatnya selain mengalami luka-luka, putri saya juga depresi dan trauma akut.  Sekarang dia berubah menjadi pendiam dan anti sosial bahkan nilai studinya pun turun drastis. Pak ustadz, tolonglah anak saya agar bisa bangkit lagi dan ceria seperti dulu. Terimakasih.
I Made, Bali
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Kami memahami bahwa sebagai orang tua yang pernah mengalami keretakan keluarga sering mengakibatkan anak menjadi korban. Apapun itu alasannya, secara tidak langsung dapat memberikan efek negative terhadap anak. Terlebih ketika permasalahan sebagaimana bapak sampaikan terus berlanjut, sehingga anak menjadi trauma dan anti social.
Menghadapi permasalahan depresi pada anak, usaha awal yang dapat dilakukan adalah mendampinginya secara intens. Perbanyaklah waktu bersamanya sehingga kepercayaan terhadap diri dan lingkungan kembali pulih. Dengan membimbing dan membawanya ke tempat hiburan, juga dapat membantu penyembuhan jiwa yang sedang depresi. Selain itu, usaha medispun harus tetap dilakukan, sebagai contoh membawanya ke seorang psikiater.
Lebih penting dari upaya-upaya di atas, janganlah bapak melupakan pendekatan batiniyah yaitu dengan mengajarkan putri bapak untuk dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Usaha tersebut dapat dilaksanakan dengan membawanya kepada seorang ahli agama yang dapat memberikannya pencerahan jiwa. Dalam hal ini, dapat berupa ruqyah syar’iyyah dengan terapi terhadap diri putri bapak. Landasan pengobatan ini tidak lepas dari dalil al Quran yang menyatakan bahwa al Quran adalah obat dan rahmat bagi umat muslim. Lain dari itu berdasarkan ayat yang berbunyi “alaa bidzikrillaahi tatlmainnul qulub”.
Selain terapi bagi dirinya, sebagai seorang muslim maka harus percaya terhadap keajaiban doa. Khususnya dari orang tua, diharapkan lebih memberikan manfaat bagi putrinya. Kaitannya dengan hal tersebut, bapak dapat memperbanyak doa demi kesembuhannya. Adapaun diantara doa tersebut berbunyi “allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa, isyfi antassyaafi laa syifaa a illaa syifaa uka, syifaa an laa yughaa diru saqoman walaa ‘alaman”.
Lebih lanjut bapak dapat segera membawanya kepada kami untuk dilakukan ruqyah diri bagi putri bapak. Dengan harapan agar putri bapak diberikan kesembuhan dan kekuatan jiwa yang berasal dari doa-doa yang dipanjatkan. Setelahnya akan diisi dengan hikmah-hikmah sebagai bekal di masa datang dalam mengarungi badai permasalahan dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar