Sabtu, 02 Mei 2015

Ketika Suami Berkhianat



Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, suami saya seorang pengusaha yang mempunyai beberapa bisnis di luar negeri. Sampai saat ini bisnis suami saya maju pesat dan berkembang. Dalam kesibukannya ternyata suami malah melupakan saya dan keluarga. Parahnya, dia menikah lagi dengan salah satu rekan bisnisnya, sekarang mereka bekerja sama mengelola bisnis tersebut dan tinggal di singapur. Terus terang saya sangat sakit hati, karena dahulu semua modal usaha dari saya dan keluarga. Meskipun begitu saya masih menginginkan suami kembali, dan berkumpul bersama keluarga. Mohon solusi ustadz?
Virda, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Ibu Virda yang baik, permasalahan yang ibu hadapi pada dasarnya merupakan sebuah resiko dari hubungan jarak jauh, kerena adanya kekosongan hati pasangan di saat pendamping tidak berada disampingnya. Sebagaimana musibah yang menimpa ibu, yaitu saat pekerjaan dan kesibukan telah melalaikan seorang suami terhadap istri. Selanjutnya keadaan diperparah dengan adanya pihak ketiga, yang menggantikan posisi ibu di mata suami.
Sebagai solusi dzahir, ibu bisa mengklarifikasi permasalahan secara personal dari hati ke hati. Jika tidak menemukan jalan keluar, maka ibu bisa meminta bantuan keluarga dalam memecahkan permasalahan. Sebelumnya perlu ibu ketahui, bahwa untuk mengetahui inti permasalahan, ibu juga harus terus menyelidki secara seksama terkait perubahan-perubahan sikap suami dan gaya hidupnya. Hal tersebut menjadi penting, yaitu untuk mengetahui apakah suami ibu memang murni berniat buruk, atau ada faktor lain dari luar dirinya yang memperngaruhi.
Sebagai usaha batin, maka ibu bisa melaksanakan ruqyah diri untuk suami, yaitu sebagai upaya memohon pertolongan kepada dzat yang membolak-balik hati (Allah Swt) dengan doa secara syar’i. Adapun tujuannya supaya suami ibu menyadari kesalahannya dan dapat kembali lagi. Sedangkan apabila suami ibu terkena guna-guna dari teman bisnisnya, maka ruqyah biasa dapat menjadi solusi untuk membebaskannya.
Selanjutnya, ibu dapat memperbanyak membaca surat ‘Abasa, serta memperbanyak berdzikir dan mengerjakan amal sholeh. Kegiatan tersebut sangat membantu terkabulnya hajat (keinginan) yang ibu kehendaki. Apabila keadaannya telah kembali membaik, maka kesalahan yang telah dilakukan secepatnya diperbaiki dan lakukan komunikasi secara intens. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar