Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, suami saya seorang
pengusaha yang mempunyai beberapa bisnis di luar negeri. Sampai saat ini bisnis
suami saya maju pesat dan berkembang. Dalam kesibukannya ternyata suami malah
melupakan saya dan keluarga. Parahnya, dia menikah lagi dengan salah satu rekan
bisnisnya, sekarang mereka bekerja sama mengelola bisnis tersebut dan tinggal
di singapur. Terus terang saya sangat sakit hati, karena dahulu semua modal
usaha dari saya dan keluarga. Meskipun begitu saya masih menginginkan suami
kembali, dan berkumpul bersama keluarga. Mohon solusi ustadz?
Virda, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Ibu Virda yang baik, permasalahan yang ibu hadapi
pada dasarnya merupakan sebuah resiko dari hubungan jarak jauh, kerena adanya
kekosongan hati pasangan di saat pendamping tidak berada disampingnya.
Sebagaimana musibah yang menimpa ibu, yaitu saat pekerjaan dan kesibukan telah
melalaikan seorang suami terhadap istri. Selanjutnya keadaan diperparah dengan
adanya pihak ketiga, yang menggantikan posisi ibu di mata suami.
Sebagai solusi dzahir, ibu bisa mengklarifikasi
permasalahan secara personal dari hati ke hati. Jika tidak menemukan jalan
keluar, maka ibu bisa meminta bantuan keluarga dalam memecahkan permasalahan.
Sebelumnya perlu ibu ketahui, bahwa untuk mengetahui inti permasalahan, ibu
juga harus terus menyelidki secara seksama terkait perubahan-perubahan sikap
suami dan gaya hidupnya. Hal tersebut menjadi penting, yaitu untuk mengetahui
apakah suami ibu memang murni berniat buruk, atau ada faktor lain dari luar
dirinya yang memperngaruhi.
Sebagai usaha batin, maka ibu bisa melaksanakan
ruqyah diri untuk suami, yaitu sebagai upaya memohon pertolongan kepada dzat
yang membolak-balik hati (Allah Swt) dengan doa secara syar’i. Adapun tujuannya
supaya suami ibu menyadari kesalahannya dan dapat kembali lagi. Sedangkan
apabila suami ibu terkena guna-guna dari teman bisnisnya, maka ruqyah biasa
dapat menjadi solusi untuk membebaskannya.
Selanjutnya, ibu dapat memperbanyak membaca surat
‘Abasa, serta memperbanyak berdzikir dan mengerjakan amal sholeh. Kegiatan
tersebut sangat membantu terkabulnya hajat (keinginan) yang ibu kehendaki.
Apabila keadaannya telah kembali membaik, maka kesalahan yang telah dilakukan
secepatnya diperbaiki dan lakukan komunikasi secara intens. Untuk informasi
selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar