Senin, 05 November 2012

Sebuah testimoni sukses usaha


1.       Saya adalah seorang pengusaha dalam bidang konveksi dengan 5 anak cabang perusahaan. Sedikit berbagi, bahwa sebelum seperti sekarang, saya hanyalah penjahit biasa dengan peralatan ala kadarnya. Oleh karena keterbatasan dana, suatu ketika saya harus meminjam mesin jahit tetangga dan tidak sengaja merusakannya. Akhirnya, sebagai pengganti saya harus rela menjadi pembantu dirumahnya.
Kepedihan nasib ternyata membawa saya kepada semangat untuk terus berjuang. Sedikit demi sedikit saya mulai mengumpulkan modal dan mencoba meminta bantuan kepada setiap orang yang saya kenal. Selain modal, saya juga terus memperbaiki produk dan merambah kepada orderan sablon, untuk kemudian  mempromosikanya ke pasaran.
Merasa cukup modal sedangkan usaha menjahit serta samblon telah berjalan, akhirnya saya memutuskan pindah tempat. Tidak terlalu sulit untuk menemukan tempat yang murah dan besar. Akan tetapi tidak semudah mendapatkannya, tempat baru saya tidak membawa keberkahan. Para pelanggan banyak yang pindah, lebih dari itu setiap orang yang datang banyak yang menjadi tidak berminat. Berbagai upaya  telah saya lakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil.
Atas saran salah seorang rekan, saya menemui Ustadz Massar di Semarang. Setelah berkonsultasi mengenai permasalahan, akhirnya tempat usaha saya disarankan untuk diruqyah. Menurut beliau, aura negatif tempat usaha  berasal dari penghuni sebelumnya yang berprilaku buruk dan jauh dari agama.
Setelah dilaksanakan ruqyah tampat, tidak menunggu beberapa lama,  keberkahan mulai kembali tampak. Para pelanggan yang tadinya pindah, sedikti demi sedikit berlangganan kembali. Lebih dari itu banyak para pengunjung menjadi tertarik dengan produk yang saya tawarkan, lebih dari itu  order dari luarpun mu;lai berdatangan. Terima kasih ustadz.
Fredi B , Bogor







Tidak ada komentar:

Posting Komentar