1. Saya adalah seorang pengusaha dalam bidang
konveksi dengan 5 anak cabang perusahaan. Sedikit berbagi, bahwa sebelum seperti sekarang, saya hanyalah penjahit
biasa dengan peralatan ala kadarnya. Oleh karena keterbatasan dana, suatu ketika saya harus meminjam mesin
jahit tetangga dan tidak sengaja merusakannya. Akhirnya, sebagai pengganti saya harus rela
menjadi pembantu dirumahnya.
Kepedihan
nasib ternyata membawa saya kepada semangat untuk terus berjuang. Sedikit demi sedikit saya mulai mengumpulkan
modal dan mencoba meminta bantuan kepada setiap orang yang saya kenal. Selain
modal, saya juga terus memperbaiki produk dan merambah kepada orderan sablon,
untuk kemudian mempromosikanya ke
pasaran.
Merasa cukup modal sedangkan usaha menjahit
serta samblon telah berjalan, akhirnya saya memutuskan pindah tempat. Tidak
terlalu sulit untuk menemukan tempat yang murah dan besar. Akan tetapi tidak
semudah mendapatkannya, tempat baru saya tidak membawa keberkahan. Para
pelanggan banyak yang pindah, lebih dari itu setiap orang yang datang banyak
yang menjadi tidak berminat. Berbagai upaya
telah saya lakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil.
Atas saran salah seorang rekan, saya menemui
Ustadz Massar di Semarang. Setelah berkonsultasi mengenai permasalahan,
akhirnya tempat usaha saya disarankan untuk diruqyah. Menurut beliau, aura
negatif tempat usaha berasal dari
penghuni sebelumnya yang berprilaku buruk dan jauh dari agama.
Setelah dilaksanakan ruqyah tampat, tidak menunggu
beberapa lama, keberkahan mulai kembali
tampak. Para pelanggan yang tadinya pindah, sedikti demi sedikit berlangganan
kembali. Lebih dari itu banyak para pengunjung menjadi tertarik dengan produk
yang saya tawarkan, lebih dari itu order dari luarpun mu;lai berdatangan. Terima
kasih ustadz.
Fredi B , Bogor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar