Kamis, 01 November 2012

Mantapkan Usaha dengan Bisnis Nabi


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang baik, saya seorang PNS di Departemen Perhubungan dan akan memasuki masa purna tugas (pensiun). Untuk mempersiapkannya, saya berencana membuka sebuah usaha. Persoalannya, saya masih sedikit bingung dan ragu karena tidak mempunyai pengalaman dan belum menguasai dunia bisnis. Ditambah saya juga belum ada SDM yang mumpuni. mohon solusinya.
                                                                                                               Hendra P, Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak  Hendra yang baik, pada dasarnya memulai usaha dan bisnis adalah mudah. Oleh karenanya janganlah bapak ragu untuk memulai usaha karena memikirkan berbagai resiko yang akan dihadapi (timbul). Melihat permasalahan bapak, sebagaimana tidak menguasainya bidang pekerjaan dan belum mendapatkannya SDM, adalah permasalahan yang biasa dirasakan pemula. Tidak perlu berlarut dalam kebimbangan, sehingga bapak bisa langsung mengambil langkah kongkrit.
Selain menimba ilmu dari para ahli bisnis yang telah sukses dalam menjalankan usahanya,beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
1.    Tentukan usaha atau bisnis yang akan digeluti dan ditekuni. Setelah mendapatkan gagasan tersebut, maka lakukanlah penelitian tentang berbagai potensi yang kita miliki untuk selanjutnya dilakukan pemetaan.
2.       Buatlah visi misi dengan rekan kerja (tim) yang dapat bapak percaya sebagai upaya membuat pondasi dasar usaha atau bisnis. Hal ini menjadi penting, mengingat suatu usaha yang akan dijalankan, membutuhkan satu arah gerak dalam mencapai kesuksesan.
3.     Langsung action, dengan kata lain tidak ragu akan resiko yang dihadapi. Perlu diingat bahwa kerja keras, keyakinan dan ketekunan merupakan kunci keberhasilan dalam bisnis.
4.    Nikmati kegagalan sebagai bagian dari proses mencapai keberhasilan. Teruslah berjalan pada jalan usaha yang telah kita rencanakan. Lakukanlah evaluasi dan perbaikan dengan semangat mencapai kesuksesan yang tertunda.
5.   Doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak bisa dipungkiri bahwa sekeras apapun manusia berusaha, akan tetapi Dzat Maha Pemberi Rizki tidak berkehendak, niscaya tidak akan ada namanya keberhasilan.
Pada ketentuan point 5 di atas, sebagian orang telah melupakannya. Padahal, point itulah yang terpenting dalam menggapai kesuksesan usaha di dunia dan akhirat. Sebagai seorang muslim diharuskan memilih jalan bisnis ala nabi yang selalu menyeimbangkan antara mu’amalah dan ibadah. Oleh karena itu semua, diharapkan bapak dapat membekali diri dengan pengetahuan bisnis islami dan amalan agar dapat menunjangnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar