Selasa, 07 Agustus 2012

Rukyah mencegah perceraian



Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Saya seorang Ibu Rumah tangga dengan suami bekerja sebagai PNS disalah satu lembaga pendidikan. Karena jabatan yang lumayan tinggi dan pergaulan para eselon. Perangai suami saya menjadi berubah. Tadinya lumayan dekat dengan agama, sekarang terlihat menjauh. Akibatnya, emosinya tidak terkontrol, tidak jarang saya selalu mendapatkan cacian dan marahan oleh sebab permasalahan kecil. Parahnya lagi suami saya terkena penyakit selingkuh dengan teman se kantornya.
            Sudah enam bulan saya terombang ambing dengan ketidak pastian. Tidak terhitung beberapa para normal yang kami temui tapi hasilnya nihil. Pada dasarnya suami saya menyadari bahwa dirinya mengalami ketidak beresan. Akan tetapi, karena pergaulan dan tipu daya wanita idaman lain (WIL)nya sangat kencang suami saya menjadi tidak berdaya. Mohon solusinya ustadz.

                                                                                                Maemunah, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Ibu Maemunah yang terhormat, pada dasarnya peristiwa yang ibu alami, telah menjadi permasalahan klasik yang banyak di rasakan oleh keluarga yang suaminya bekerja dalam jangkauan jauh sang istri. Untuk solusinya, cobalah Ibu secara pribadi mendekatkan diri kepada Allah Swt, yang kemudian mengajak suami untuk lebih mendekatkan kembali dirinya kepada agama.
            Jika pendekatan penyadaran dari internal tidak membuahkan hasil. Kemungkinan besar, perubahan yang terjadi pada diri suami ibu adalah hasil guna-guna seseorang. Sebagaimana yang ibu sampaikan, bahwa suami Ibu mempunyai Wanita idaman lain (WIL). Yang perlu ibu ketahui, bahwasanya sihir dan guna-guna tidak semata-mata berupa santet atau gangguan mahluk halus saja. Akan tetapi sihir juga bisa berupa rasa resah yang mengakibatkan putusnya hubungan antara suami dan istri.
            Jika memang begitu kenyataannya, maka rukyah menjadi solusi yang tepat untuk menghilangkan efek jahat dari guna-guna sihir. Tentunya disamping kesabaran dan ketabahan ibu untuk tetap berjalan di jalan Allah Swt. Perbanyaklah berdoa dan tidak putus asa. Segera menghubungi kami . Salam.
           
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar