Jumat, 03 Agustus 2012

Merukyah Harta



Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, dalam perkembangan global seperti sekarang dimana persaingan sangat ketat dalam segala bidang. Kita tidak mungkin terhindarkan dari uang-uang yang tidak jelas asal usulnya. Yang saya maksud uang tidak jelas  adalah uang yang didapat dari praktek yang asal usulnya tidak dapat diprediksi kehalalannya. Sebagai contoh hasil dari transaksi yang tidak jelas barangnya, atau uang hasil korupsi. Begitu juga dalam segi usaha kita tidak dapat lepas dari kecurangan, yang saya tahu apabila kita tidak curang maka akan dicurangi.
            Karena keadaan tersebut hidup saya menjadi tidak tenang. Mohon solusi dari permasalahan ini. Saya ingin mendapatkan keuntungan secara cepat akan tetapi tetap dalam jalur syari’at. Salam.

                                                                                                Suhardiman, Jakarta
Wasalamu’aliakum Wr Wb.
            Bapak Suhardiman yang terhormat, yang pertama harus dilakukan adalah mengoreksi bagaimana cara kita berbisnis, apakah sudah sesuai ketentuan syari’at atau belum. Janganlah melihat orang lain melakukan kecurangan, karena kebarokahan rizki dilihat dari kebersihan kita dalam bermu’amalat. Belum tentu orang yang berbuat curang dan mendapat keuntungan besar merasakan ketenangan dalam hidupnya.
            Tetaplah berada di jalan Allah Swt, sebagaimana firmannya: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Annisa 4:29)
            Apabila selama ini bapak khawatir dengan harta bapak yang banyak tercampur dengan hal-hal yang tidak baik, maka bapak bisa merukyah harta bapak tersebut dengan mengeluarkan sedikit harta bapak untuk shodaqoh dan amal jariyah. Untuk melaksanakan rukyah tersebut dapat kita memfasilitasi.        
Untuk selanjutnya silahkan mencontoh bagaimana nabi melaksanakan bisnis. Adapaun cara menenangkan diri dari rasa was-was tentunya bisa diatasi dengan wasilah doa dan amalan. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar