Assalamu’alaikum,
Wr. Wb.
Ustadz Massar yang
terhormat, dalam perkembangan global seperti sekarang dimana persaingan sangat
ketat dalam segala bidang. Kita tidak mungkin terhindarkan dari uang-uang yang
tidak jelas asal usulnya. Yang saya maksud uang tidak jelas adalah uang yang didapat dari praktek yang
asal usulnya tidak dapat diprediksi kehalalannya. Sebagai contoh hasil dari
transaksi yang tidak jelas barangnya, atau uang hasil korupsi. Begitu juga
dalam segi usaha kita tidak dapat lepas dari kecurangan, yang saya tahu apabila
kita tidak curang maka akan dicurangi.
Karena keadaan tersebut
hidup saya menjadi tidak tenang. Mohon solusi dari permasalahan ini. Saya ingin
mendapatkan keuntungan secara cepat akan tetapi tetap dalam jalur syari’at. Salam.
Suhardiman,
Jakarta
Wasalamu’aliakum Wr Wb.
Bapak Suhardiman yang
terhormat, yang pertama harus dilakukan adalah mengoreksi bagaimana cara kita
berbisnis, apakah sudah sesuai ketentuan syari’at atau belum. Janganlah melihat
orang lain melakukan kecurangan, karena kebarokahan rizki dilihat dari
kebersihan kita dalam bermu’amalat. Belum tentu orang yang berbuat curang dan
mendapat keuntungan besar merasakan ketenangan dalam hidupnya.
Tetaplah berada di jalan Allah
Swt, sebagaimana firmannya: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan
perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah
kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Annisa
4:29)
Apabila selama ini bapak
khawatir dengan harta bapak yang banyak tercampur dengan hal-hal yang tidak baik,
maka bapak bisa merukyah harta bapak tersebut dengan mengeluarkan sedikit harta
bapak untuk shodaqoh dan amal jariyah. Untuk melaksanakan rukyah tersebut dapat kita memfasilitasi.
Untuk selanjutnya silahkan mencontoh bagaimana
nabi melaksanakan bisnis. Adapaun cara menenangkan diri dari rasa was-was
tentunya bisa diatasi dengan wasilah doa dan amalan. Untuk informasi
selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar