Selasa, 28 Juli 2015

Suami ingkar Janji



Assalamualaikum Wr.Wb.
Pak ustadz, saya merasa gagal menjadi istri yang sempurna untuk suamiku. 15 tahun yang lalu aku menikah dengan seorang duda kaya tanpa anak yang mempunyai beberapa usaha kuliner di bandung. Diluar kuasa kami, aku divonis mandul oleh dokter saat cek up dirumah sakit. Mengetahui kondisiku saat itu suamiku berjanji akan tetap setia kepadaku dan tidak akan menikah lagi. Namun semua janjinya kini telah sirna.  Suamiku tega berselingkuh dengan salah satu karyawannya yang berstatus janda kembang. Ustadz, hatiku sangat perih mengetahuinya dan hilang sudah kepercayaanku terhadap suami. Apa lebih baik aku minta cerai saja ustadz?
Sonya, Bandung
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Semoga ibu diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup, percayalah bahwa Allah Swt selalu bersama orang-orang yang bersabar. Kaitannya dengan permasalahan kemandulan ibu, maka harapan kami janganlah ibu berputus asa dari rahmat Allah Swt, yakinlah bahwa akan ada jalan  keluar apabila ibu selalu bertakwa dan tawakal. Yakinlah dengan firman Allah Swt yang berbunyi “waman yattaqillaaha yaj’alallahu makhrajaa wayarzuquhu minhaetsu laa yahtasibu” artinya barang siapa yang bertakwa kepada Allah Swt, niscaya baginya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dalam rangka meminta pertolongan Allah Swt, maka ibu dapat melaksanakan terapi dan memperbanyak doa sebagai berikut Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku. “Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya’kub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhoi.”
Adapun kaitannya dengan permasalahan yang disebabkan oleh suami selingkuh, maka sebaiknya ibu membicarakannya secara kekeluargaan. Cobalah klarifikasi secara langsung mengenai permasalahan yang dihadapi. Ketahuilah bahwa perceraian adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt. Oleh karenanya selama bisa diperbaiki dan melaksanakan pertaubatan, alangkah baiknya ibu tetap menerima suami.
Tetaplah bersabar dan jangan mengungkit ihwal perselingkuhan didepan suami karena hal itu hanya akan memancing konflik yang lebih jauh atau pun memicu terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).  Semoga dengan terapi Ruqyah Diri jarak jauh, dan dengan Kuasa Allah SWT, suami mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya sehingga dapat mengontrol gerak hatinya agar selalu dalam koridor dan komitmen pernikahan. Senantiasa berdo’a, intropeksi, dan melayani suami dengan baik. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar