Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Pak ustadz, saya merasa
gagal menjadi istri yang sempurna untuk suamiku. 15 tahun yang lalu aku menikah
dengan seorang duda kaya tanpa anak yang mempunyai beberapa usaha kuliner di bandung.
Diluar kuasa kami, aku divonis mandul oleh dokter saat cek up dirumah sakit.
Mengetahui kondisiku saat itu suamiku berjanji akan tetap setia kepadaku dan
tidak akan menikah lagi. Namun semua janjinya kini telah sirna. Suamiku
tega berselingkuh dengan salah satu karyawannya yang berstatus janda kembang.
Ustadz, hatiku sangat perih mengetahuinya dan hilang sudah kepercayaanku
terhadap suami. Apa lebih baik aku minta cerai saja ustadz?
Sonya,
Bandung
Waalaikumussalam
Wr.Wb.
Semoga
ibu diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup, percayalah bahwa Allah Swt
selalu bersama orang-orang yang bersabar. Kaitannya dengan permasalahan
kemandulan ibu, maka harapan kami janganlah ibu berputus asa dari rahmat Allah
Swt, yakinlah bahwa akan ada jalan keluar apabila ibu selalu bertakwa dan
tawakal. Yakinlah dengan firman Allah Swt yang berbunyi “waman yattaqillaaha
yaj’alallahu makhrajaa wayarzuquhu minhaetsu laa yahtasibu” artinya barang
siapa yang bertakwa kepada Allah Swt, niscaya baginya jalan keluar dan rezeki
dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dalam
rangka meminta pertolongan Allah Swt, maka ibu dapat melaksanakan terapi dan
memperbanyak doa sebagai berikut Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh
tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban dan aku belum pernah
kecewa dalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku.
“Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku
seorang yang mandul maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan
mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya’kub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku,
seorang yang diridhoi.”
Adapun kaitannya dengan
permasalahan yang disebabkan oleh suami selingkuh, maka sebaiknya ibu
membicarakannya secara kekeluargaan. Cobalah klarifikasi secara langsung
mengenai permasalahan yang dihadapi. Ketahuilah bahwa perceraian adalah
perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt. Oleh karenanya selama bisa diperbaiki dan melaksanakan pertaubatan, alangkah baiknya ibu tetap menerima suami.
Tetaplah bersabar dan jangan mengungkit ihwal
perselingkuhan didepan suami karena hal itu hanya akan memancing konflik yang
lebih jauh atau pun memicu terjadinya Kekerasan Dalam
Rumah Tangga (KDRT). Semoga dengan terapi Ruqyah
Diri jarak jauh,
dan dengan Kuasa Allah SWT, suami mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya sehingga
dapat mengontrol gerak hatinya agar selalu dalam koridor dan
komitmen pernikahan. Senantiasa berdo’a, intropeksi, dan
melayani suami dengan baik. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar