Jumat, 31 Juli 2015

Menyatukan Dua Hati



Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz, saya duda, seorang pengusaha dengan dua putra. Istri saya meninggal 6 tahun lalu karena kanker payudara. Saat ini saya sedang dekat dengan seorang janda kembang yang bekerja sebagai manager marketing diperusahaan tempat dia bekerja. Namun, hubungan kami ternyata kurang mendapat sambutan baik dari anak-anak dan ibu saya. Saya bingung ustadz, saya sudah terlanjur mencintainya, akan tetapi saya juga tidak ingin mengecewakan keluarga. Apa yang harus saya lakukan, Ustadz?
Leo, Bandung
Waalaikumusssalam wr.wb.
Bapak Leo yang dirahmati Allah, untuk mengurai permasalahan yang sedang bapak hadapi, maka dibutuhkan kesabaran dan ketenangan batin serta kejernihan fikiran. Janganlah mengedepankan emosi yang justru akan mempengaruhi objektifitas penilaian bagi calon pasangan maupun orang tua dan anak.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu keberatan-keberatan dari kedua belah pihak. Cobalah untuk mendekati orang tua dan anak serta menanyakan sebab mereka keberatan menerima calon istri bapak. Sebaliknya, cobalah menanyakan kesungguhan  calon istri bapak dalam menerima keberatan dari orang tua maupun anak. Ukurlah sejauh mana kesiapannya dalam menerima kelebihan dan kekurangan keluarga, karena pada sesungguhnya pernikahan tidaklah hanya menyatukan dua hati akan tetapi dua keluarga yang berbeda.
Selanjutnya ukurlah prioritas kemaslahatan dan kebaikan yang ada pada pertimbangan kedua belah pihak, cobalah pertemukan semuanya agar permasalahan menjadi jernih. Selanjutnya laksanakan shalat istikhoroh sebagai upaya memohon petunjuk kepada Allah Swt. Apabila telah mendapatkan keyakinan, maka saat nya menyiapkan dan melaksanakan usaha-usaha yang dapat menyatukan keinginan kedua belah pihak, sebagai contoh meminta bantuan pihak-pihak lain yang dapat menjadi mediator.
Selain usaha dzahir, sebagai bagian dari upaya mempersatukan hati kedua hati yang sedang bertikai, maka dapat dilaksanakan Ruqyah Diri. Hal tersebut tidak lepas dari upaya membersihan hati mereka dari berbagai penyakit hati, sebagaimana iri dengki, hasut ,sombong dan egois. Semoga atas izin Allah Swt keduanya mendapatkan petunjuk dari Allah Swt, sehingga apabila pada diri ibu dan anak bapak terdapat keburukan, maka dapat dibersihkan begitu juga dengan calon istri bapak.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah diri dan memohon pertolongan. Oleh karenanya kami mengharapkan, apapun yang terjadi, jagalah silaturahim untuk kedua belah pihak, sehingga tidak meninggalkan hal-hal yang negative karena adanya sebuah hubungan yang terganggu. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar