Tanya:
Assalamualaikum wr wb Ustadz, Saya
telah berumah tangga kurang lebih 6 tahun ini dan sudah dikaruniai 2 orang
putra. Namun kini rumah tangga saya hampir runtuh. Hal ini disebabkan gaji
istri saya yang jauh lebih tinggi dari saya. Semakin kesini, istri saya semakin
berani merendahkan saya dengan sikap sombong dan arogannya bahkan dihadapan
anak-anak sekalipun.sebenarnya saya sudah merasa sangat terhina atas
perlakuannya selama ini. Tetapi saya tetap bertahan demi masa depan anak-anak
dan keutuhan rumah tangga. Adakah cara untuk dapat melunakkan kerasnya hati
istri saya ustadz? Wassalam.
Heru Santoso-yogya
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb.
Sebagai suami, alangkah baiknya
menasehati seorang istri dengan memberikan pelajaran dari Al Qur’an diantaranya
ayat yang berbunyi sebagaimana berikut “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin
bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka
(laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki)
telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh,
ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,
oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu
khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat
tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka
janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. (QS. An Nisa’:
34)
Ayat di atas memberikan gambaran
tentang tugas seorang suami terhadap istri, yang apabila melakukan sebuah
pembangkangan, maka peringatkanlah dengan cara halus. Selanjutnya berilah
pengertian tentang hak suami sebagaimana dalam ayat al Qur’an yang berbunyi “Seandainya aku
memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan
memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena
Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri”
(HR. Abu Daud no. 2140, Tirmidzi no. 1159, Ibnu Majah no. 1852 dan Ahmad 4:
381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Selanjutnya, sebagai upaya memohon
pertolongan kepada Allah Swt, maka Ruqyah Diri dapat menjadi wasilah
agar istri bapak diberi petunjuk dan hidayah. Melalui wasilah ruqyah diharapkan
hati istri bapak dibersihkan dari kotoran jiwa sehingga dapat kembali ke jalan yang benar dan
dijauhkan dari pengaruh-pengaruh buruk, khususnya hal-hal negative yang berasal
dari lingkungan maupun orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar