Rabu, 31 Desember 2014

Solusi Ruqyah Istri Pembangkang



Tanya:
Assalamualaikum wr wb Ustadz, Saya telah berumah tangga kurang lebih 6 tahun ini dan sudah dikaruniai 2 orang putra. Namun kini rumah tangga saya hampir runtuh. Hal ini disebabkan gaji istri saya yang jauh lebih tinggi dari saya. Semakin kesini, istri saya semakin berani merendahkan saya dengan sikap sombong dan arogannya bahkan dihadapan anak-anak sekalipun.sebenarnya saya sudah merasa sangat terhina atas perlakuannya selama ini. Tetapi saya tetap bertahan demi masa depan anak-anak dan keutuhan rumah tangga. Adakah cara untuk dapat melunakkan kerasnya hati istri saya ustadz? Wassalam.
Heru Santoso-yogya
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb.
Sebagai suami, alangkah baiknya menasehati seorang istri dengan memberikan pelajaran dari Al Qur’an diantaranya ayat yang berbunyi sebagaimana berikut “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. (QS. An Nisa’: 34)
Ayat di atas memberikan gambaran tentang tugas seorang suami terhadap istri, yang apabila melakukan sebuah pembangkangan, maka peringatkanlah dengan cara halus. Selanjutnya berilah pengertian tentang hak suami sebagaimana dalam ayat al Quran yang berbunyi “Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” (HR. Abu Daud no. 2140, Tirmidzi no. 1159, Ibnu Majah no. 1852 dan Ahmad 4: 381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Selanjutnya, sebagai upaya memohon pertolongan kepada Allah Swt, maka Ruqyah Diri dapat menjadi wasilah agar istri bapak diberi petunjuk dan hidayah. Melalui wasilah ruqyah diharapkan hati istri bapak dibersihkan dari kotoran jiwa sehingga  dapat kembali ke jalan yang benar dan dijauhkan dari pengaruh-pengaruh buruk, khususnya hal-hal negative yang berasal dari lingkungan maupun orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar