Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz massar, saya seorang pengusaha tekstil yang sedang
berada dipuncaknya, sedangkan istriku mengelola butik untuk menghilangkan
kejenuhannya dirumah. Pak Ustadz, saya ingin bertanya , apakah rukyah bisa
menjadi sarana kesembuhan bagi putriku yang kini sedang mengidap HIVAids?
Karena Beberapa terapi dan obat-obatan yang diberikan dokter masih belum
mampu mengatasinya. Kami tidak ingin masa depan anak kami jadi terhalang karena
penyakit itu. Untuk itu, saya mohon penjelasan dari Ustadz. Terimakasih.
HK, Bandung
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak HK yang baik, sekiranya anda bisa memahami makna dari
sebuah hadits nabi yang berbunyi Dari Jabir bin Abdillah,dari Nabi
SAW,bahwasanya beliau bersabda: Likulli daa-in dawaa-un faidzaa ushiiba
dawaa-uddaa-i bara-a bi-idznillaahi àza wajalla.“Setiap penyakit itu pasti ada
obatnya.Oleh karena itu,barangsiapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu
penyakit,maka dengan izin Allah Aza wa Jalla dia akan sembuh.” (H.R.Muslim [no.
2204]).
Selain hadis tersebut, terdapat hadis yang berbunyi Dari Abu
Hurairah RA,dia bercerita: Rasulullah SAW bersabda: Maa anzalallaahu min daa-in
illaa anzala lahu syifaa-an.”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit,melainkan
Dia turunkan penyembuh untuknya”.
Dari kedua hadis di atas, sebagai seorang muslim maka harus
meyakininya, disamping terdapat hikmah besar yang bisa diambil. Bahwa
kita harus terus berusaha menggapai kesembuhan meskipun hal itu seakan tidak
masuk akal. Yakinlah bahwa Allah Swt akan memberikan jalan keluar, apabila kita
selalu berdoa dan terus berusaha, karena sesungguhnya tidak ada yang tidak
mungkin bagi-Nya. Dalam hal ini, ruqyah sendiri merupakan bagian dari usaha
memohon pertolongan Allah Swt agar penyakit putri bapak dapat
disembuhkan. Adapun hasil yang didapat, mutlak urusan Allah Swt.
Sampai saat ini, berbagai metode pengobatan medis telah lama
mengupayakan kesembuhan bagi penderita HIV, mulai dari obat sampai terapi.
Semua usaha-usaha tersebut tentunya akan menjadi dasar pengetahuan sejauh mana
putri bapak dapat disembuhkan. Meskipun begitu, tidak lantas seorang penderita
HIV harus mendapatkan perbedaan perlakuan dari orang lain. Biasakanlah untuk
tidak memandang sebelah mata bagi penderita HIV. Masih banyak penyakit-penyakit
yang sama ganasnya dan bisa menimpa siapa saja. Oleh karenanya diharapkan bapak
tidak menjadikan beban dalam merawatnya.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah. Selama kita
yakin dan tetap berusaha sekuat tenaga, insya Allah akan selalu ada jalan
keluar yang terbaik. Yakinlah bahwa rahmat Allah Swt selalu ada bagi umat
manusia, khususnya bagi siapa yang mengharapkannya. Demikian yang dapat kami
sampaikan , semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar