Selasa, 03 Juni 2014

Sakit Yang Tiada Obatnya




Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz massar, saya seorang pengusaha tekstil yang sedang berada dipuncaknya, sedangkan istriku mengelola butik untuk menghilangkan kejenuhannya dirumah. Pak Ustadz, saya ingin bertanya , apakah rukyah bisa menjadi sarana kesembuhan bagi putriku yang kini sedang mengidap HIVAids? Karena Beberapa terapi dan obat-obatan yang diberikan dokter  masih belum mampu mengatasinya. Kami tidak ingin masa depan anak kami jadi terhalang karena penyakit itu. Untuk itu, saya mohon penjelasan dari Ustadz. Terimakasih. 
HK, Bandung
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak HK yang baik, sekiranya anda bisa memahami makna dari sebuah hadits nabi yang berbunyi Dari Jabir bin Abdillah,dari Nabi SAW,bahwasanya beliau bersabda: Likulli daa-in dawaa-un faidzaa ushiiba dawaa-uddaa-i bara-a bi-idznillaahi àza wajalla.“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya.Oleh karena itu,barangsiapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit,maka dengan izin Allah Aza wa Jalla dia akan sembuh.” (H.R.Muslim [no. 2204]).
Selain hadis tersebut, terdapat hadis yang berbunyi Dari Abu Hurairah RA,dia bercerita: Rasulullah SAW bersabda: Maa anzalallaahu min daa-in illaa anzala lahu syifaa-an.”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit,melainkan Dia turunkan penyembuh untuknya”.
Dari kedua hadis di atas, sebagai seorang muslim maka harus meyakininya, disamping terdapat  hikmah besar yang bisa diambil. Bahwa kita harus terus berusaha menggapai kesembuhan meskipun hal itu seakan tidak masuk akal. Yakinlah bahwa Allah Swt akan memberikan jalan keluar, apabila kita selalu berdoa dan terus berusaha, karena sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Dalam hal ini, ruqyah sendiri merupakan bagian dari usaha memohon  pertolongan Allah Swt agar penyakit putri bapak dapat disembuhkan. Adapun hasil yang didapat, mutlak urusan Allah Swt.
Sampai saat ini, berbagai metode pengobatan medis telah lama mengupayakan kesembuhan bagi penderita HIV, mulai dari obat sampai terapi. Semua usaha-usaha tersebut tentunya akan menjadi dasar pengetahuan sejauh mana putri bapak dapat disembuhkan. Meskipun begitu, tidak lantas seorang penderita HIV harus mendapatkan perbedaan perlakuan dari orang lain. Biasakanlah untuk tidak memandang sebelah mata bagi penderita HIV. Masih banyak penyakit-penyakit yang sama ganasnya dan bisa menimpa siapa saja. Oleh karenanya diharapkan bapak tidak menjadikan beban dalam merawatnya.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah. Selama kita yakin dan tetap berusaha sekuat tenaga, insya Allah akan selalu ada jalan keluar yang terbaik. Yakinlah bahwa rahmat Allah Swt selalu ada bagi umat manusia, khususnya bagi siapa yang mengharapkannya. Demikian yang dapat kami sampaikan , semoga bermanfaat. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar