Senin, 23 Juni 2014

Anak suka sleepwalking




Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz, saya seorang pengusaha kerajinan boneka dan assesoris wanita sedangkan suami seorang kepala sekolah di SMA negeri. Saya mempunyai putra(12) yang sering membuat saya was-was dan khawatir. Anak saya mempunyai kebiasaan sleepwalking yang susah dihilangkan hingga sering membuatnya celaka. Mulai dari pindah tempat tidur (didapur) hingga jatuh dari tangga, beruntung tidak menyebabkan luka yang serius pada dirinya. Sejak saat itu dia harus diawasi oleh pengasuhnya saat tidur. Pak Ustadz, apakah anak saya ini perlu dirukyah untuk bisa menghilangkan  sleepwalkingnya itu? Mohon penjelasannya. Terimakasih.
Gina, Surabaya

Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Gina yang baik, tidur berjalan pada dasarnya merupakan kelainan medis yang dapat didekati dengan pengobatan yang merujuk kepada sebab utama kelainan tersebut. Terdapat beberapa sebab yang menyebabkan khususnya seorang anak mengalami hal tersebut diantara kerusakan gen di kromosom 20. Oleh karenanya, kelainan ini bisa juga diakibatkan oleh keturunan. Lain dari itu, ada yang disebabkan oleh fikiran sebagaimana stress, fustasi, gembira dll.
Sebagaimana telah ibu sampaikan di atas, bahwa gejala ini memang dapat membahayakan keadaan anak. Oleh karenanya sebagai langkah awal prefentif, maka ibu dapat membuat suasana rumah tidak membahayakan bagi dirinya. Adapun dengan memberikannya pengasuh adalah langkah yang tepat selama dirinya tidak terbebani dan merasa terkekang. Yakinkanlah bahwa pengasuh dapat memberikannya kenyamanan dalam beristirahat dan mendapatkan kebebasan berekspresi dan beraktifitas sebagai seorang anak.
Untuk mengatasi Sleepwalking maka dapat dilakukan pengobatan medis maupun psikologis. Di luar negeri telah ada beberapa pengobatan yang  dapat menyembuhkan kelainan ini dengan efektif, adapun di dalam negeri masih jarang bahkan mungkin tidak didapatkan, oleh karenanya sebagian besar menggunakan obat-obatan untuk menguranginya. Selain dengan obat-obatan ada juga metode Teknik Relaksasi, mental imagenary, dan anticipatory awakening.
Adapun kaitannya dengan penyembuhan dengan menggunakan metode ruqyah sebagaimana ibu sampaikan di atas, maka juga dapat dilaksanakan. Dalam hal ini, ruqyah dapat menguatkan jiwa anak dengan menggunakan wasilah doa, yaitu memohon pertolongan Allah Swt agar dirinya diberi kesehatan jasmani maupun rohani. Tentunya tidak hanya sampai usaha doa saja, lebih dari itu anak akan diberikan arahan dan tuntunan agar memiliki pengetahuan dasar tentang kesadaran diri kepada ke Esaan Tuhan dan dapat belajar mengamalkannya.
Selanjutnya perbanyaklah berdoa untuk kebaikannya dengan doa kesembuhan sebagai berikut “allahumma rabbannai adzhibil ba’sa isyfi anta syaafii laa syiffaa a illa syifaa uka, syifaa an laa yughaa diru saqaman wallaa alaman” untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar