Senin, 14 April 2014

Selingkuh dengan teman lama




Assalamualaikum Wr.Wb.
Pak ustadz, sebelumnya tolong dirahasiakan identitas saya ini karena takut mengundang fitnah. Saya seorang wanita bersuami yang pernah khilaf, tega menghianati suami saya dengan berselingkuh bersama suami orang. Suamiku merupakan pengusaha elektronik yang sedang sibuk mengurusi cabang barunya di kota S. Tanpa disadarinya, segala kesibukannya itu telah menyita waktu dan perhatian untuk keluarga hingga membuatku jenuh di rumah. Singkat cerita, aku bertemu dengan teman lama dan akhirnya kami selingkuh dari pasangan kami masing-masing. Tapi semakin lama saya jalani, semakin membuat saya merasa berdosa. Saya bingung ustadz, saya ingin mengakhiri hubungan ini tapi terasa sangat sulit. Tolong saya ustadz.
08138399XXXX

Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu, sebelumnya perlu ibu ketahui bahwa melakukan perselingkuhan termasuk dosa besar yang hanya dapat diampuni dengan secepatnya bertaubat kepada Allah Swt. Sebagaimana dalam al Qur’an dikatakan “dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina.kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Apabila perselingkuhan yang ibu lakukan disertai dengan zina sebagaimana ditentukan dalam al Qur’an di atas, maka ibu telah melakukan zina muhsan yang memiliki konsekuensi hukuman yang berat. Dari hadis di atas, semoga ibu dapat mengambil pelajaran agar tidak melakukan kembali dosa tersebut dan secepatnya melaksanakan taubatan nasuha. Yakinlah bahwa Allah Swt adalah Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Oleh karena itu semua, laksanakanlah Ruqyah Pembersihan Diri sebagai langkah awal memantapkan hati dan membersihkannya dari kotoran nafsu dan penyakit hati lainnya yang selama ini bersemayam dalam hati ibu. Selanjutnya jiwa yang telah mantap tersebut tinggal mengisinya dengan hikmah-hikmah kebijaksanaan yang bersumber dari syari’at.
Apabila upaya-upaya pertaubatan dan perbaikan diri telah dilakukan, saatnya ibu berterus terang kepada suami, sebagaimana dalam pepatah disebutkan “Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit”. Mintalah pemaafan darinya dan yakinkanlah bahwa ibu tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Berilah penjelasan secara jelas dan gamblang supaya tidak terjadi kesalah fahaman yang dapat berdampak negatif bagi hubungan ibu dan suami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar