Assalamu'alaikum wr wb.
Ustadz Massar yang terhormat, saya
seorang duda yang berprofesi sebagai kontraktor dengan 2 orang putra-putri yang
masih SMA. Akhir-akhir ini saya merasa khawatir dengan masa depan mereka,
karena mereka sangat malas belajar dan lebih senang menghambur-hamburkan uang
untuk belanja atau liburan dengan teman-temannya. Mohon petunjuknya Ustadz,
agar putra putri saya menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua.
Salam.
Dirga – Banten
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak Dirga yang baik, pada dasarnya
putra putri bapak sedang menginjak masa remaja yang rawan dengan segala
pengaruh buruk dari luar. Ditambah keadaan psikisnya yang masih labil sehingga
membutuhkan bimbingan ekstra dari orang tuanya supaya tidak terjerumus kepada
hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam hal ini, usaha batin maupun dzahir harus
dilaksanakan sebagai usaha untuk membentuk generasi khoirul ummah. Usaha dzahir
tersebut meliputi kebutuhan praktis mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah
Swt. Hal tersebut meliputi tata cara beribadah dan pembelajaran moral bagi
putra putri bapak.
Adapun pendekatan batinnya, merupakan
upaya meminta pertolongan Allah Swt dengan doa, adapun doa tersebut diantaranya
" robbana hablana min azwajina qurrota a'yunin waj'alna lilmuttaqiina
imaama".(wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta
istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi
orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)
Selain doa di
atas, juga doa sebagai beriktut: “Robbi awzi’ni an asykuro ni’matakallati an ‘amta
‘alayya. Wa ‘ala waalidayya wa an a’mala sholihan tardhoh, wa ashlih lii
fi dzurriyatiy”(wahai robbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas
nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan
ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan
perbaikilah keturunanku) (QS. Al Ahqof:15)
Dan doa terakhir adalah doa yang bisa
dibaca oleh putra putri bapak yang berbunyi: “Allahumma inni a’udzu bika minal
‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min
‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. Artinya,”Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu
tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta
bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706.)
Selain memanjatkan doa tersebut,
putra putri bapak juga bisa melaksanakan Ruqyah Diri untuk menyadarkan
diri atas kesalahan- kesalahan yang telah mereka lakukan, sekaligus pelajaran
dalam bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar