Selasa, 08 Januari 2013

Terbebas Dari Hal-hal Negative



Assalamu’alaikum wr wb
Ustad, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, dua bulan pasca terapi Ruqyah Diri, kondisi kesehatan saya berangsur pulih dan semakin membaik. Maklum Ustad, insomnia yang saya derita mengakibatkan kesehatan menurun drastis, saya terkena anemia, jantung lemah, kepala sering pusing. Produktifitas kerja juga menurun karena pada siang hari mata mengantuk dan badan lemas. Alhamdulillah, berkat nasehat Ustad juga, saya sudah bisa melupakan masa lalu yang sering menghantui.
Melalui rubrik ini, saya ingin minta pendapat Ustad sekaligus solusi. Hitung-hitung curhat Ustad. Ada permasalahan dalam rumah tangga adik perempuan saya. Suaminya (adik ipar saya) akhir-akhir ini mulai tidak mempedulikan keluarga. Jarang berbicara, tidak seperti biasanya. Mereka sudah berkeluarga selama 10 tahun dan dikaruniai dua anak. Uang belanja yang diberikan juga berkurang.
Nah, pernah adik saya menemukan beberapa butir pil aneh di dalam saku celana suaminya. Adik saya meyakini apalagi ditambah informasi dari salah satu rekan sekantor bahwa seringnya sang suami pulang malam adalah berkumpul dengan teman-teman kerjanya, minum minuman keras dan mengonsumsi ekstasi. Saya khawatir seperti kasus di televisi yang menabrak orang karena terpengaruh narkoba, karena ia juga mengendarai mobil sendiri. Bagaimana Ustad? Apakah suami adik saya ini bisa diruqyah agar terbebas dari hal-hal negatif karena salah pergaulan? Berikut saya sertakan foto adik ipar saya. Terima kasih Ustad.
Wassalamu’alaikum wr wb
Yuanita Soewardi, S.E
Bandung, Jawa Barat
Wa’alaikumussalam wr wb
Ibu Yuanita yang baik, semoga Anda termasuk hamba Allah yang senantiasa bersyukur dengan menggunakan segala nikmat yang dianugerahkan oleh Allah untuk beribadah. Konteks ibadah di sini bukan hanya ibadah mahdloh, tapi juga ghoiru mahdloh. Iman dalam dada, dan kesehatan jasmani merupakan nikmat tiada tara sebagai modal untuk menggapai kesalehan individu dan sosial. Dampaknya tidak hanya bagi peningkatan kualitas ruhani pribadi, tapi juga kemaslahatan bersama sebagai pengejawantahan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.
Apa yang terjadi pada adik ipar, yakni suami adik Anda, menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan menduduki porsi penting dalam pembentukan karakter (kepribadian) atau perilaku seseorang. Hal ini akan bermuara pada dua hal pokok: baik atau buruk. Sesuatu yang memabukkan, meskipun sedikit hukumnya haram. Karena membuat seseorang kehilangan akal sehat, bahkan kecanduan.
Banyak kasus kejahatan yang muncul dan dilakukan oleh seseorang yang sedang terpengaruh minuman keras atau narkoba. Padahal, jelas Allah telah mengharamkannya. Allah berfirman dalam Surat Al Ma’idah ayat 91: Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Insya Allah, setelah terapi Ruqyah Diri, adik ipar Anda akan berangsur pulih. Dengan catatan, ia harus menghindari pergaulan dengan teman-temannya selama ini. Akan lebih baik juga jika pihak keluarga, teman dekat yang baik, dan ulama’ setempat ikut mendo’akan dan membimbing. Bukan malah mengucilkan. Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan jika Allah mengijinkan. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar